Official vs UnOfficial
Pada saat ini
scene Indonesia mengalami beberapa fase yang naik turun, gairah yang bergelora pun
terkadang silih berganti waktunya. Trend seakan berjalan berada didalam roda
kehidupan scene itu sendiri. Mulai dari corak music, attitude, merchandise, bahkan
sampai ke jenis artwork dari band itu sendiri. Selera tentang music juga selalu
berganti sesuai dengan waktu maupun era. Sebenarnya tujuan utama dari suatu
aktifitas bermusik tak lain adalah lahirnya karya sebuah rekaman yang akan
dimiliki oleh penggemarnya. Walaupun begitu harus adanya sisi lain untuk
perilisan karya yang berwujud CD, Vinyl ataupun kaset, adalah suatu merchandise
yang akan selalu menjadikan suatu kebanggaan dari si pemakai apabila
merchandise tersebut adalah merchandise dari band yang sangat digemarinya. Baik
local maupun luar negeri sangat laris manis dibeli oleh fans-fans yang tak
pernah ada habisnya. Yang menarik adalah merchandise yang selain menjadi
kebutuhan pendamping bagi para pelaku maupun simpatisan scene, juga sebagai
sarana pengembangan bisnis bagi para produsen di Indonesia. Memang begitulah
adanya, selain menyediakan merchandise bagi para fans yang membutuhkan juga
mendatangkan uang yang menguntungkan.
Beberapa tahun
lalu marak terdapat merchandise yang menghadirkan band-band luar yang notabene
sangat dikagumi pecinta music tanah air, karena memang saat itu masih langka
adanya merchandise yang benar-benar original(dan kalaupun ada harganya mahal
untuk saat itu) maka yang terjadi adalah adanya merchandise band luar tapi buatan
local alias bajakan, walau saat itu kampanye anti pembajakan juga sudah marak
terjadi namun mencegah pembajakan ternyata tidak semudah membalikkan tangan. Permasalahannya
adalah beberapa tahun lalu pembuat merchandise berlisensi resmi dari label maupun
band itu sendiri belum ada, makan saat itu hanya ada dua pilihan jika pingin
mengenakan merchandise band luar, dan pilihannya adalah memakai merchandise
import dengan harga mahal dan masih jarang keberadaannya atau pilihan kedua
adalah membeli merchandise bajakan dengan harag murah namun bergambar band luar
kesukaannya. Akan tetapi hal tersebut sudah mulai berangsur menghilang seiring
sudah tidak sedikit yang mendatangkan merchandise import dengan kuantitas yang
banyak dan harga yang makin terjangkau. Tapi yang membuat terobosan merilis
band luar atas izin dari label atau band yang berwenang juga semakin banyak,
hal ini juga sebagai solusi atau jalan keluar untuk mengakomodir semua orang mang
berada di scene tanah air tercinta ini. Dan Misi dari pembuatan merchandise
lisensi resmi ini sebenarnya adalah untuk memberantas produk bajakan dan
memberikan suatu pembelajaran bagaimana bersikap terhadap produk resmi dan
bajakan. Bermacam-macam pendapat tentang produsen merchandise sudah sering
terdengar dan berbeda pula pendapat yang dilontarkan baik mengenai produk
merchandise yang legal atau illegal, salah satunya adalah beberapa kalimat yang
dolongarkan oleh Hepi yang
juga pemilik Freshblood Management yang sering melisensi merchandise band-band
luar kerkualitas, “produk lisensi resmi, baik itu dalam bentuk t-shirt &
apparel yang dimaksudkan untuk mengurangi dampak
pembajakan produk-produk original (asli) dari band-band internasional adalah merupakan langkah yg
cerdas “ katanya .Pendapat positif juga dilontarkan Poer Meneer dari Darkpath
Merchandise, “Banyaknya pelaku bisnis band merchandise lisensi
di Indonesia merupakan suatu kemajuan di dunia bisnis merchandise .Banyak
manfaat yang bisa di dapat dari sini” begitu dia berpendapat. Dia menambahkan dengan adanya
official license merchandise, sekarang
mereka bisa membeli merchandise band-band luar negeri yang mereka sukai dengan
harga yang terjangkau. Hal ini juga
suatu pembelajaran bagi para pecinta music untuk membeli merchandise resmi dari
pada membeli merchandise bajakan.
Hal ini oleh sebagian masyarakat direspon
dengan mulai mengerti dan memahaminya tentang pentingnya membeli official merch dari pada bajakan yang
secara kualitas tentu saja merchandise berlisensi resmi sangat bagus ketimbang
barang bajakan itu sendiri, Karena memang para pemilik hak/records/band tentu
saja menuntut standardisasi kualitas yang sesuai dengan standard internasional.
Namun begitu tidak bisa di pungkiri dimana-mana masih banyak juga yang lebih
memilih membeli merchandise bajakan karena pertimbangan banyak hal terutama
masalah uang. Karena apapun yang terjadi harga merchandise bajakan yang jauh
lebih murah dibanding dengan yang lisensi resmi.
Sebenarnya semua itu dikembalikan lagi kepada
para konsumen atau penikmat music extreme seperti ini, mental yang dimiliki pasti
juga turut menentukan dalam memilih pilihan tersebut. Tentu saja penggemar yang
menyukai dari hati akan merasa lebih bangga jika membeli atau menggunakan
produk merchandise yang resmi, Karena dengan begitu, tentu saja dapat dikatakan
ikut andil dalam mempertahankan eksistensi band kesukaannya tersebut dan juga
tidak lupa kalau itu merupakan suatu bentuk penghargaan secara benar untuk
sebuah karya dari band yang digemari. Maka dari untuk para pembaca yang masih
berkutat di kegiatan illegal sudah saatnya sadar dan beralih kebiasaan dalam
membeli dan atau menggunakan merchandise yang berlisensi resmi dan tentu saja
sangat membanggakan jika bisa berbuat yang lebih baik. Artikel ini mungkin bisa
sebagai wacana betapa pentingnya saling menghargai antara sesame masyarakat
scene baik scene tanah air ataupun scene luar negeri. Jadi setelah membaca ini
kemudian dipikirkan, dianalisa dan diterapkan pastilah akan menghasilkan
sesuatu yang lebih baik.
Alasan yang masih bisa ditoleran sebagian
orang adalah membeli bajakan band luar karena masalah harga yang kurang
terjangkau kalau membeli import yang berlisensi resmi…pertanyaannya, kalau
mereka membelinya bajakan dari band local? Alasan apa yang akan dipakai untuk
pembenaran diri? Mungkin pertanyaan ini akan kita jawab di edisi
berikutnya..wait and bleed for it!!
Labels:
ARTIKEL