Interview dengan PERVERTED DEXTERITY
Sesi kali ini INTESTINAL VOMIT MUSICMEDIA mewawancarai one man brutality asal Bekasi, PERVERTED DESTERITY...Silahkan di simak perbincangan singkat kali ini secara detail....cheers...
Halo
,salam jumpa dengan INTESTINAL VOMIT MUSICMEDIA…
Halo
juga mas, salam jumpa!
Apa
sih yang melatar belakangi anda membuat band yang hanya anda sendiri
didalamnya?
Cuma
sebuah keinginan membuat sebuah musik brutal death yang super idealis tanpa
campur tangan orang lain.
Saat
membuat lagu tentu saja anda harus memikirkan aransir lagunya secara sendirian,
kemudian mengaplikasikan ke instrument yang ada, bagaimana anda membagi
konsentrasi tersebut?
Saya
lebih dahulu membuat beats drum, setelah itu barulah diiringi riff gitar sambil
direkam secara raw untuk dihafalkan kemudian. Hahaha..
Memakai
drum machine bagi sebagian orang di anggap kurang memuaskan dan terdengar
janggal, kok anda justru berpendapat yang sebaliknya dan tetap memakai konsep
seperti ini?
Ada
3 hal yg membuat orang merasa janggal atau kurang memuaskan. Pertama, mereka
belum mencobanya melakukannya sendiri. Kedua, mungkin mereka memang tidak ingin
mencobanya atau bahkan tidak suka. Ketiga, mungkin mereka pernah mencobanya dan
gagal atau bukan passionnya. Kembali lagi ke passion masing masing. Menurut
saya ini adalah hal yg luar biasa menyenangkan sekaligus menantang. Hahaha..
Jika
ada sebuah candaan mengatakan bahwa “one man brutality” ibaratnya sebuah
karaoke(karena saat live performance hanya ada 1 orang di stage)…gimana anda
menaggapinya?
Just
shred my guitar and follow the blastbeats! Menurut saya semua orang berhak
berpendapat.
Semakin
berkembangnya label di Indonesia tentu saja menjadi kebanggaan scene kita,
terutama genre death metal. Seberapa pengaruhnya terhadap PERVERTED DEXTERITY?
Sangat
besar sekali tentunya. Apalagi untuk sayang yg masih membuthkan wadah untuk
berkembang, teman yg banyak, refrensi musik, pengetahuan sound, dan lainnya yg
hanya bisa didapat dari scene. Indonesia benar benar memiliki scene yg luar
biasa.
Dalam
waktu dekat PERVERTED DEXTERITY akan di rilis label BRUTAL MIND, bagaimana
proses terjadinya deal dalam perilisan album tersebut?
Saya
dan Mr. Deni diperkenalkan oleh Deddy (Cadavoracity) pada 2012 lalu. Dimulai
dari rilisan Demo CD 2012 dan akhirnya berlanjut terus sampai sekarang ini.
Kira-kira
bayangan yang bagaimana yang belum teralisasi untuk band saat ini? dan yang
pingin anda lakukan dalam waktu dekat apa nih?
Banyak
sekali. Yg jelas saya ingin album cepat rilis dan tetap produktif seterusnya.
Dan tentu, suatu saat saya ingin dapat melakukan tour Asia atau Eropa dengan
biaya sendiri.
Jika
ada sebuah media yang mengkritik keberadaan band maupun konsep music PERVERTED
DEXTERITY, apa yang kamu lakukan pertama kalinya? Apakah membalas kritikan
tersebut, apakah menolak untuk berkomunikasi di kemudian hari, di terima dengan
lapang dada, atau bahkan memasukkan ke dalam daftar blacklist media tersebut?
Berikan alasannya.
Dengan
senang hati akan saya terima. Pada dasarnya kritikan adalah sebuah admonition
agar kita bisa lebih baik lagi di masa depan. Dan para kritikus tersebut adalah
sahabat saya.
Rencana
kedepannya apakah anda akan merekrut beberapa member untuk melengkapi formasi
band anda kemudian hari?
Never!
Saya akan tetap melakukannya sendiri seperti sekarang ini.
Dalam
scene death metal sebenarnya ada sebuah trend yang justru sebagian orang tidak
menyadarinya, seperti slamming beat, technical riffing, gore lyrically dan
attitude itu sendiri…dan itu berjalan bergantian dengan menjamurnya kehadiran
salah satu diantaranya…gimana anda menyikapi hal tersebut?
Sebuah
tren pada dasarnya hanya akan eksis pada waktu yg tergolong temporary. Dan saya
pribadi tidak pernah support tren atau apapun sejenisnya yg ada di dalam scene
Death metal. Seseorang akan terhindar dari tren tren tersebut jika dia
mengikuti roots yg benar.
Menurut
anda dengan adanya himbauan untuk membeli rekaman fisik seperti CD, kaset,
vinyl, apakah gerakan tersebut perlu di tindak lanjuti ataukah di anggap angin
lalu?
Ini
adalah sesuatu yg vital di dalam sebuah komunitas musik yg minoritas.
Keistimewaan tersendiri bagi kita yg mendalaminya dan juga sebagai roda
penggerak bertahannya band band dan komunitas kita ini. Sangat penting dan
wajib untuk melestarikan budaya membeli CD. Karena support nyata adalah membeli
musik sang musisi.
Pertanyaan
intermezzo aja, jika anda di rekrut band di Indonesia, band mana yang anda
inginkan untuk bergabung dengan mereka?
Hmmm..
Viscral (Bekasi) atau Interfectorment (Bandung). Mereka band favorit saya.
Boleh
tahu album apa saja yang menurutmu terbaik sepanjang masa?
Wah
terlalu banyak list bagi saya. Tapi yg paling terbaik adalah Effigy of the
Forgotten (Suffocation) & Consume the Forsaken (Disgorge).
Ada
pesan untuk pembaca?
Stay
true! Stay in the roots! Keep supporting the true Underground! Hail INTESTINAL
VOMIT MUSICMEDIA!
Labels:
INTERVIEW

Tidak ada komentar:
Posting Komentar