DEATH VOMIT "Thou Shalt Behold"
Pernah tidak kalian berbicara tentang scene death metal Indonesia tanpa menyebut Death Vomit? Kalau iya, jelas itu sebuah kesalahan. Band yang sudah eksis sejak 1995 ini bisa di katakan salah satu master yang tetap bertahan sampai sekarang. Sejak awal berdiri, band ini sudah sering banget mengalami bongkar pasang personil, mungkin karena perbedaan visi atau kesibukan masing-masing personil. Namun karena pondasi prinsip yang kuat mereka tetap menjadi band panutan di jalur death metal dan juga karena identitas musiknya yang jelas dan konsisten. Dengan formasi terbaru mereka merilis album terbaru lewat label Brutal Mind Records.
Secara musikalitas, Death Vomit terasa makin dewasa. Tidak sekadar brutal atau cepat, tapi juga lebih terstruktur, penjagaan tempo yang stabil dan punya kedalaman materi. Liriknya pun sering menyentuh tema yang lebih kompleks, nggak melulu soal gore seperti kebanyakan band death metal tanah air atau hal-hal klise atau ambigu, tapi juga reflektif dan kadang bersifat sangat filosofis. Pengaruh death metal lama alias old school gaya Swedish death semakin membikin telingan fans terasa sinkron, apalagi dasar crushing riff ala Floridian death juga nggak pernah mereka tinggalkan. Konsep dan kemasan setiap lagu cenderung kembali ke kejayaan album “Forging A Legacy” meski output sound yang album terbaru ini lebih berat seperti album “Dominion Over Creation”, dengan kata lain ini penyempurnaan dari dua album sebelumnya.
Meski sempat di tinggal Sofyan (Gitar/Vokal) yang turut membesarkan nama band ini dan sempat menggemparkan dunia perdeath metalan Indonesia, namun kehadiran Oki yang sebelumnya berposisi di Bass tetap mencirikan tipe vocal mereka yang sesungguhnya, itu mungkin karena tipe dengan sebelumnya juga tidak terlalu jauh berbeda dengan yang sekarang. Salah satu lagu mereka berjudul “Divine Heretic” yang sempat di edarkan secara single lewat media sosial dengan isian vocal dari vokalis yang sempat masuk di jajaran member Death Vomit, namun dalam album ini lagu tersebut isian vocal di isi vokalis mereka yang sekarang. Dengarkan juga salah satu lagu andalan bertitle “Timeless Enmity” yang di awali growl panjang dengan pergantian tempo yang rapi di tambah riffing yang tidak berbelit-belit di tambah melodi guitar yang ciamik. Dari komposisi secara menyeluruh yang mereka tawarkan sangat tidak Indonesia banget. Bagi kalian yang maniak dengan genre ini kayaknya rugi kalau tidak menempatkan album ini menjadi album terbaik tahun 2026 ini.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar