RECORDS STORE DAY Perdana di Sukoharjo
Record Store Day (RSD) merupakan budaya yang setiap tahun hadir di Tengah-tengah penikmat rilisan music seluruh dunia. Menurut berbagai sumber, acara yang sudah rutin di adakan setiap tahun ini di gagas tahun 2007 oleh Chris Brown (Bull Moose Music), Eric Levan (Criminal Music), bersama Michael Kurtz, Carrie Colliton, Amy Dorfman, Brian Poehner, dan Don Van Cleave. Dan even yang cepar menajmur ini pertama kali diadakan pada 19 April 2008 dipicu oleh penurunan penjualan akibat penutupan toko fisik besar , Record Store Day bertujuan menghubungkan penggemar dengan toko lokal, staf, dan artis melalui rilisan khusus. Acara perdana diselenggarakan di Rasputin Music, California, dengan Metallica sebagai band penampil utama. Saat sekarang diperingati setiap Sabtu ketiga bulan April di seluruh dunia, dengan merilis rilisan fisik, pertunjukan langsung, jual beli kaset/CD/Vinyl dan obrolan seputar rilisan fisik.
Di Indonesia masyarakat pemuja rilisan fisik turut merasakan dampaknya, bahkan semakin berkembang menjadi sesuatu yang punya warna tersendiri sendiri. Beberapa tahun terakhir semakin banyak toko musik independent baik online maupun offline, kolektor, dan komunitas yang ikut meramaikan momen tahunan ini. Tidak hanya sekadar ikut-ikutan sesuai tanggal internasionalnya, tapi juga terkadang digelar di waktu yang berbeda. Jadi, suasana Record Store Day/RSD di Indonesia itu bisa muncul berkali-kali dalam setahun, tergantung penentuan waktu pelaksanaan masing-masing kota dan komunitasnya.
Bisa di lihat kalau “terimbas” ini tidak berarti cuma ikut tren semata. Dampak setelah adanya momen ini sebenranya terletak pada gairah para kolektor yang membabi buta dalam memburu rilisan fisik sesuai yang di inginkannya. Apalagi memasuki era streaming yang serba digital ini, kehadiran “Record Store Day” menjadi semacam alarm pengingat kalau menikmati musik itu bukan soal praktis atau instan, namun pengalaman lain yang nggak tergantikan seperti bongkar-bongkar CD/kaset atau piringan hitam, momen yang tidak bisa di ulang yaitu menemukan rilisan langka yang selama ini kita cari, sampai ngobrol langsung dengan orang-orang yang punya selera musik yang sama. Bisa dibilang “Record Store Day” di Indonesia sekarang bukan lagi sekadar incidental even, tapi sudah menjadi semacam kultur yang terus berputar berulang-ulang.
Khusus tahun ini, gema dan gaung “Record Store Day” semakin terasa luas, tidak hanya di kota-kota besar, tapi juga mulai merambah ke daerah yang sebelumnya belum pernah mengadakan even ini dan salah satunya adalah Sukoharjo. Yang menjadi daya Tarik “Record Store Day” di Sukoharjo adalah momen yang di kemas fleksibel dan tidak kaku, lebih santai, lebih dekat, dan terasa seolah-olah ini merupakan kebudayaan para pecinta rilisan fisik yang terjadi sekian tahun. Lokasinya pun nggak di toko musik khusus, tapi di sebuah tempat nongkrong yang lagi naik daun di kota Sukoharjo, yaitu Kopi Rusman yang berada di Tengah pusat kota.
Even yang baru pertama kali di adakan di kota ini sengaja di tempatkan di venue yang nyaman, estetik, dan cocok buat kumpul santai. Di sinilah konsep “Record Store Day” versi Sukoharjo lokal mulai digerakkan, yaitu menggabungkan budaya rilisan fisik dengan suasana yang akrab. Di acara ini, pengunjung bisa menemui berbagai koleksi vinyl, CD dan kaset , ngobrol santai ngalor ngidul soal musik, sampai sekadar menikmati lagu-lagu yang diputar langsung dari rilisan fisik itu sendiri atau sharing ringan soal rilisan tertentu. Nggak harus jadi kolektor serius buat datang, yang penting punya rasa penasaran dan suka music, namun Syukur-syukur kedepannya menjadi gila rilisan fisik juga.
Kehadiran acara seperti ini di Sukoharjo jadi bukti kalau budaya “Record Store Day” memang bisa tumbuh di mana saja. Tidak harus di kota besar atau venue khusus, yang pentign semangatnya bisa hidup dan membara. Ekspektasi yang di inginkan penyelenggara adalah adanya konsistensi even ini, bukan tidak mungkin Sukoharjo bakal punya scene kecil yang solid untuk pecinta rilisan fisik. Intinya, tahun ini jadi langkah awal yang menarik dengan semangat tinggi untuk menjadikan ini permulaan yang tidak ada habisnya di kemudian hari. Wai and See ajalah….






Tidak ada komentar:
Posting Komentar